Detail Cantuman Kembali

XML

pengaruh kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen di mangrove wonorejo surabaya


Wonorejo merupakan salah satu daerah tempat tumbuh ekosistem mangrove. Mangrove adalah tipe hutan yang khas terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai. System perakaran mangrove berfungsi sebagai sediment trap, sehingga dapat mengurangi laju transport sedimen. Penentuan titik lokasi pengamatan dengan metode purposive random sampling dengan membagi menjadi 3 lokasi, dengan parameter yang digunakan terdiri atas salinitas, derajat keasaman (pH), suhu air laut, debit air dan pasang surut air laut. Metode yang digunakan yaitu metode Line Intercept Transect (LIT) dan metode analisis Pearson. Hasil kerapatan mangrove tingkat pohon di 3 stasiun berturut – turut yaitu 1217; 1.146; 392 pohon/ha dan untuk tingkat pancang yaitu 250; 1.038; 1.108. Hasil laju sedimen yaitu 0,0257; 0,1511; 0,2476 mg/cm3/hari. Korelasi antara kerapatan mangrove tingkat pohon dengan laju transpor sedimen yaitu – 0,867 artinya ketika kerapatan mangrove tinggi maka laju transpor sedimen akan rendah dan sebaliknya. Sedangkan korelasi antara kerapatan mangrove tingkat pancang dengan laju transpor sedimen yaitu 0,931 artinya ketika kerapatan mangrove tinggi maka diikuti dengan naiknya laju transpor sedimen.
624.18.14 Rah p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
x, 55 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...